Jumat

Piringan Hitam

Piringan Hitam, Pajangan Unik dan Artistik

Pada dekade tahun 60-70-an piringan hitam (PH) pernah berjaya. Akhir 70-an dan awal 80-an benda yang berbentuk bundar bersampul kertas ini sidikit kehilangan pamor, karena kehadiran media baru yang lebih kecil yaitu kaset.

Piringan hitam pernah berjaya pada masanya, kini hanya sebuah kenangan. Kalaupun masih ada yang menyimpannya paling membiarkan piringan hitam itu begitu saja di dalam gudang. Terlihat gambar sampul piringan hitam yang buram karena telah di makan usia. Ada juga piringan hitam yang masih tetap utuh namun terlihat kusam dan tidak tersentuh.

Kalau ada mereka yang mengkoleksinya—akan meletakkan piringan hitam dengan rapi di dalam lemari. Sesekali di waktu senggang mereka para kolektor piringan hitam melihat-lihat koleksinya.Beruntung apabila masih mempunyai alat pemutarnya dan masih berfungsi dengan baik—mendengarkannya akan mengigatkan kenangan lama.

Menurut Kustiana dari Vinyl Obsessions LP’S IN Frames, piringan hitam bagi sebagian orang tidak punya arti apa-apa. Lewat tangan-tangan kreatif di Vinyl Obsessions LP’S IN Frames piringan hitam yang tadinya tidak bernilai apa-apa bisa kami sulap menjadi sebuah benda bernilai seni sekaligus ada nilai historinya.

Iapun menceritakan piringan hitam biasa di cari di pasar-pasar loak di seputar Jakarta. Jika beruntung mendapatkan piringan hitam yang sudah langka sekali, dan itu senangnya bukan main. Selain berburu sendiri ke pasar loak, kami sering membeli piringan hitam ke para kolektor. Tentu harganya tidak semurah dengan hunting ke pasar loak.

664 Frames Piringan Hitam

“Koleksi lengkap piringan hitam kami dapatkan dari para kolektor yang masih punya stock koleksi piringan hitam grup musik yang dimaksud. Membelinya dengan harga mahal atau bertukar koleksi piringan hitam adalah kerap kami lakukan juga.

Hasilnya, dua produk Vinyl Obsessions: jam dinding piringan hitam dan bingkai piringan hitam.Binkai piringan hitam terdiri dari piringan hitam grup band dan penyanyi solo.

“Bagi Anda yang ingin membeli tinggal melihat grup band di dalam daftar. Di situ tertera titel album grup band, record label, dan tahun pembuatan piringan hitam tersebut,” terang wanita murah senyum ini.

Dari segi harga, bingkai piringan hitam terdiri dari lima kategori dengan kode A+ ($ 150), A ($ 100), B ($75), C $ 65), D ($ 60). Jumlah koleksi bingkai piringan hitam Viny Obsession mencapai 664 buah. Bahkan Vinyl Obsession adalah satu-satunya yang memiliki koleksi bingkai piringan hitam terlengkap dari berbagai grup band dunia.

Koleksi tertua bingkai piringan hitam Vinyl Obsession adalah tahun 1955 milik penyanyi Nat King Cole bertitel Sing For Two in Love, hingga piringan hitam produksi terakhir tahun 1987 milik Guns n Roses bertitel Appetite for Destruction.

Vinyl Obsession juga menerima pengerjaan jam dinding piringan hitam. dan kami dapat melakukannya sambil menunggu. Anda dapat melihat koleksi bingkai piringan hitam Vinyl Obsessions LP’S IN Frames di Pasarraya Grande.